Detail Cantuman Kembali
variasi panjang receiver tube pada sistem air conditioner untuk mengurangi beban kerja kompresor
Temperatur panas di kapal akan menggangu kenyamanan awak kapal maka dibutuhkan mesin pengkondisi udara untuk mendinginkan. Kondisi yang panas membuat di kapal diperlukan Air Conditioner (AC) sebagai sarana pendingin ketika kapal berlayar. Performa AC split sangat diperlukan agar temperatur yang dikeluarkan tetap optimal dan juga agar daya listrik lebih efisien. Pengujian Receiver Tube pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Data hasil perbandingan digunakan untuk mengetahui pengaruh Receiver Tube yang akan tetap mempertahankan pendinginan namun dengan penggunaan daya listrik yang lebih rendah. Setelah mendapatkan data dilanjutkan dengan penghitungan Coefesien Of Performance (COP), Daya Listrik dan Biaya Listrik yang efisien, oleh karena itu diusulkan penelitian tentang variasi panjang Receiver Tube untuk mengurangi beban kerja kompresor agar daya pengoperasian AC dapat diminimalisir. Dari penelitian yang terdahulu di dapatkan beberapa data dengan panjang receiver tube: 85 mm, 120 mm, dan 170 mm dengan ukuran diameter yang sama yaitu: 52 mm. Oleh karena itu di usulkan penelitian tentang variasi panjang receiver tube 100 mm, 140 mm, 160 mm untuk mengurangi beban kerja kompresor. Hasil dari penelitian selanjutnya membuktikan bahwa pada variasi 140 mm menunjukan paling efisien dilihat dari COP dan daya listrik, dinyatakan bahwa pada ukuran 140 mm menunjukan angka tertinggi yaitu 41,67 dan mengonsumsi daya sebesar 198 Watt. jika biaya diasumsikan hidup selama 24 jam dalam satu bulan maka tarif operasionalnya yaitu Rp205.950. Hal itu dapat dibuktikan dengan perbandingan dari beberapa ukuran yaitu 100 mm = 38,0, 160 mm = 36,2. Tetapi jika dilihat dari biaya listrik yang di capai Receiver Tube 160 mm diasumsikan hidup selama 24 jam dalam satu bulan sejumlah Rp194.490 , jika dibandingkan dengan konsumsi daya listrik AC standar dengan asumsi yang sama satu bulan penggunaan yaitu Rp297.480 nominal tersebut menunjukan selisih biaya operasional AC standar tanpa Receiver Tube dan dengan Receiver Tube sebesar 34,61%.
622.25.20 Moc v
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xi, 103 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







